Filsafat Komunikasi Tradisi Fenomenologi

Filsafat Komunikasi Tradisi Fenomenologi

Penerbit

Remaja Rosdakarya

ISBN

978-979-692-155-3

Bahasa

indonesia

Tahun Terbit

-

IDR 75.000

DESKRIPSI :

Endorsement Filsafat Komunikasi: Sebuah “masterpiece” yang mengajak kita ikut menyelam ke kedalaman filsafat komunikasi. Karenanya, buku ini penting dibaca bagi siapa saja yang ingin menemukan esensi komunikasi.Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D.Guru Besar dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Membaca buku ini seperti dibawa ke alam yang telah melahirkan saya hari ini, penuh dengan energi filsafat, wawasan akademik yang kental, membawa kita jalan-jalan dalam dunia filsafat dan sosiologi ke dunia komunikasi kita, membuka cakrawala berpikir bahwa dunia komunikasi kita hari ini tak terlepas dari konteks sosial masa lalu yang sarat dengan pemikiran sosiologis. Alex Sobur telah berhasil meyakinkan kita bahwa teori-teori komunikasi memiliki akar filsafat dan “grand theory” sosial yang kokoh sehingga—secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis–komunikasi menjadi cabang ilmu yang kokoh di masa depan.Prof. Dr. H.M. Burhan Bungin, M.Si.Guru Besar Ilmu Sosiologi Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sekali lagi—setelah karya terdahulunya “Semiotika Komunikasi”—Alex Sobur kembali menawarkan gagasan baru dalam pemikiran dan khazanah ilmu komunikasi. Minatnya yang luas menjadikan buku ini penuh “warna” dan sarat makna. Persentuhannya yang kental dengan dunia pemikiran filsafat, psikologi, sosiologi, linguistik, dan seni, menjadikan buku ini berani “tampil beda”. Tak berlebihan kiranya jika dikatakan inilah buku komunikasi terbaik yang pernah ada, yang ditulis dalam bahasa Indonesia.Prof. Dr. Hj. Neni Yulianita, Dra., M.S.Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi dan Program Pascasarjana Universitas Islam Bandung Victor Emil Frankl pernah hidup dalam penderitaan luar biasa, disekap di kamp konsentrasi saat Jerman dalam genggaman Hitler. Di hadapannya, mayat-mayat bergelimpangan. Orang-orang dipaksa menghirup udara beracun. Sebuah revolusi dalam pemikiran Frankl muncul: dalam keadaan apa pun, makna hidup itu bisa ditemukan. Lalu, ia pun tetap tegar dan optimis. Dan, ajaib, ia pun selamat dari ancaman maut itu. Selanjutnya, dia menulis buku Man’s Search for Meaning. Bahasan tentang makna hidup merupakan bagian yang sangat menarik yang ditulis dalam buku ini. Frankl, sang survivor ini rupanya menjadi salah satu inspirator penting bagi Alex Sobur dalam menulis buku ini. Namun, ini bukan kumpulan tips bagaimana mencari hidup bermakna. Dalam buku ini, penulis berhasil menguak cakupan fenomenologi yang luas ke dalam bahasan yang enak dibaca dan mudah dicerna: dari filsafat kehidupan, filsafat komunikasi, hingga fenomenologi sebagai metode penelitian.Dr. O. Hasbiansyah, M.Si.Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung Buku ini begitu kaya dengan catatan sumber. Saya dibuat kaget dan tertekun-tekun membaca isi buku ini karena Alex Sobur secara cerdas menyajikan fenomenologi dari berbagai segi dan perspektif. Ibarat hidangan yang menyediakan macam-macam citarasa dan model, si pembaca tinggal menikmati yang mana dan ingin membandingkan yang mana. Tidak seperti buku yang sudah-sudah, fenomenologi hanya dilihat dari satu perspektif saja sehingga orang nyaris melihatnya dengan ‘kacamata kuda’. Satu keunggulan lagi, buku ini juga menyajikan sebuah model riset yang sangat sederhana sehingga memudahkan orang melakukan jenis penelitian fenomenologi yang ada. Dr. Ilham PrisgunantoDosen Manajemen Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Budi Luhur, Jakarta

REVIEW

1 Review

fartanioriko

BUKU LAINNYA

img
BARU

The Lessons

Ir. Koeshartati Sapt...

IDR 20.000
img
BARU

Athirah

Alberthiene Endah

IDR 49.000
img
BARU

Antara Bara dan y...

Sudibjo Hadisutjipto

IDR 13.000
img
BARU

Tidak Membalas Gu...

Tulis Sutan Sati

IDR 21.000
img
BARU Gratis

Curse of Virgo F...

Yumeno Rin

Gratis
img
BARU

Berbagi (Abel dan...

Kinona Marta

IDR 9.000