3 Gertakan Poker Yang Sanga Salah Dilakukan

Inilah dia 3 gertakan dalam dunia poker yang paling ngaco untuk dilakukan. Dalam setiap pertandingan poker, gertakan memang sering sekali ditemukan oleh para pemain dengan tujuan membuat para lawan menjadi takut dan menyerah. Tapi bagaimana kalau kita lakukan itu dengan salah?

Langsung saja ya kita simak dan bahas satu per satu kebodohan yang dilakukan oleh para pemain poker diatas meja poker disaat mereka sedang bertanding.

Tom Dwan vs Enigma

Awalnya dimana Enigma yang tampil dengan wajah yang digambar dengan warna biru dengan lambang “no mercy” (tidak akan kasih ampun) pada pipinya langsung melakukan raise sebesar 1600 dengan kartu 8♣ 10♣. Pada saat tersebut nilai pot yang terkumpul dari small blind dan big blind adalah sebsear 1600.

Para pemain yang secara langsung berguguran atau langsung memilih fold.

Begitu sampai pada giliran Tom Dwan, Tom merasa kartu yang dia dapatkan juga bagus sehingga melakukan call sebesar 1600 juga. Kartu Tom pada saat itu adalah Q♦ K♦ dimana nilai persentasenya kemungkinan untuk menang adalah 69%. Sedangkan kemungkinan Enigma adalah 39%.

Begitu pembukaan 3 kartu pertama / flop munculah kartu 9♥ 3♠ 7♥. Maka membuat persentase kemenangan pada Tom berkurang menjadi 55% sedangkan Enigma meningkat menjadi 45%.

Tom lalu melakukan bet sebesar 3400, sedangkan Enigma melakukan call sehingga nilainya sama besar yaitu 3400 dan terkumpul nilai pot sebesar 11300.

Pembukaan river atau kartu ke empat keluar 3♣ membuat kombinasi kartu menjadi 9♥ 3♠ 7♥ 3♣. Pada kesempatan ini Tom melakukan bet sebesar 9200. Enigma melakukan call. Pot terkumpul sebesar 20500.

Saatnya tailnya keluarnya K dengan kobinasi 9♥ 3♠ 7♥ 3♣ K membuat persentase kemenangan 100% pada Tom sedangkan Enigma adalah 0%. Tom meningkatkan nilai taruhan sebesar 23600. Bukannya menyerah Enigma justru terpancing menaikan nilai taruhan menjadi 72000. Tom yang merupakan seorang pemain poker profesional tidak menyerah begitu saja, dia mengikut apa yang dilakukan oleh Enigma.

Akhirnya membuat Tom menangkan taruhan sebesar $173.700

Tom Dwan vs Mouly

Kejadian kedua terjadi lagi pada saat Tom Dwan melawan Mouly. Tapi kali ini Tom justru yang harus kalah karena mencoba menggertak Mouly dengan memasang semua taruhan yang ada.

Tom berpikir bahwa Mouly hanya menggertaknya, akan tetapi Mouly mempunyai kartu yang lebih bagus.

Kombinasi kartu yang terjadi adalah Mouly 9♥Q. Sedangkan Tom 5A. Flop turn dan river yang ada saat itu adalah 3 5 8 Q 6.

Disini kita bisa belajar bahwa sejago-jagonya pemain poker profesional melakukan gertakan, kalau emang nasibnya jelek, sudah pasti akan kalah. Akan tetapi dari kekalahan tersebut kita bisa menjadi suatu pelajaran yang akhirnya menjadikan modal pada pertandingan lainnya.

Romanello vs Schwartz

Romanello melakukan all in disebakan dia memenang kartu A J. Dia merasa bahwa kartu yang dia pegang sudah lah paling tinggi yaitu AS. Padahal kartu lawanyanya Schwartz adalah 10 9.

Kartu dimeja yang terjadi 7♠ Q♣ 9♥ 4♣ 6♠.

Awalnya begiutu Romanello memasang all in, Schwartz merasa ragu apakah dia akan meneruskan pertandingan atau fold. Setelah ngedumel cukup lama, akhirnya Schwartz melakukan call. Dengan begitu Romanello kalah telak dari Schwartz